Siti Anjar yang dalam keseharian juga memakai tungku aladin menambahkan, dengan menggunakan tungku aladin, api seolah–olah tersedot kedalam tungku. Uniknya lagi, kalau terlalu banyak dijejali kayu justru tidak mau nyala. Sementara itu Saiful, salah satu distributor tungku aladin di Ponorogo mengatakan, sekitar sudah sejak setahun lalu dirinya menjual tungku aladin. Profesi itu ditekuni setelah dirinya mendapat tawaran dari familinya yang ada di Lampung. Meski aawalnya hanya coba-coba, jika dihitung mungkin hingga saat ini sudah lebih dari 1000 unit terjual.
Saat disinggung apakah bahan baku tungku aladin dicampur batubara, Saiful justru tidak yakin. Yang dia tahu bahan baku untuk membikin tungku aladin adalah tanah liat yang dicampur dengan abu dari merambut. Hanya saja itu sebatas dugaan, sehingga kepada konsumen Saeful tidak pernah sekalipus menjelaskan bahan baku tungku aladin. Dirinya lebih suka menjelaskan keistimewaan tungku ini dibanding tungku lain pada umumnya.
Sementara itu berdasar informasi yang berhasil dikumpulkan Gema Surya, tungku aladin ini ijual ke konsumen dengan harga antara Rp. 55 hingga 60 ribu per unit.
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 196
Comments (0)

Write comment






